Pengacara yang Rela Membantu Tanpa Upah Sepeserpun

Pengacara yang Rela Membantu Tanpa Upah Sepeserpun

Posted on by volunter

Hak Asasi Manusia atau yang biasa disingkat dengan sebutan HAM merupakan suatu hukum dasar yang harus adil dirasakan oleh setiap individu didunia ini. Keadilan terhadap HAM tidak terbatas oleh jenis kelamin, usia, suku, ras, agama, kebangsaan, status sosial, maupun status ekonomi. Akan tetapi, dewasa ini, hal tersebut seakan-akan hanyalah sebuah teori yang dikemukakan para ahli pada zamannya. Pada praktiknya, penegakkan HAM merupakan suatu pekerjaan yang sangat sulit untuk dilakukan. Hal ini tercermin dari banyaknya kasus-kasus peneggakkan HAM yang terbentur oleh beberapa kriteria. Salah satu kriteria yang menjadi penghambat tegaknya HAM pada setiap individu ialah status ekonomi.

John Panggabean si Pahlawan HAM Rakyat Kecil

Banyak saudara-saudara kita yang tidak seberuntung dengan kita dipermainkan hak asasinya oleh orang-orang dengan status ekonomi yang tinggi yang hobi judi bola. Lihat saja suatu kasus yang menjerat salah satu saudara kita di Bandung pada tahun 2011 silam. Ia berprofesi sebagai pembantu. Seorang pembantu tentu saja memiliki hak untuk menerima gaji atau upah untuk dirinya sebagai imbalan atas kerja kerasnya selama bekerja. Akan tetapi, apa yang ia dapatkan? Setelah mengeluarkan seluruh kemampuannya, Ia tidak mendapatkan upah tersebut selama sepuluh tahun. Hal yang miris, bukan? Tentu saja ini merupakan suatu pelanggaran HAM dimana ketika kita melakukan suatu pekerjaan akan tetapi tidak mendapat upah yang sepadan, itu berarti kita mengalami pemerasan. Ia tentu saja tidak bisa menuntut bos tempat Ia bekerja karena alasan ekonomi.

Akan tetapi, disisi lain, masih banyak orang-orang yang berhati mulia yang ingin menolong orang lain tanpa pamrih. Ia adalah John Panggabean. Bernama lengkap John S.E. Panggabean, S.H., dan berprofesi sebagai advokat atau pengacara, pintu hati John terketuk ketika mengetahui kasus tersebut. Oleh karena itu, Ia rela bolak-balik Jakarta-Bandung hanya untuk membantu saudara kita tersebut mendapatkan haknya tanpa bayaran sepeserpun. Ia ikhlas membantu, mengingat sumpah advokat yang diucapkannya dengan sungguh-sungguh ketika ingin menjadi pengacara. Karena, walaupun langit runtuh sekalipun, keadilan harus tetap ditegakkan.

Tegaknya tonggak keadilan HAM merupakan tanggung jawab dari setiap individu didunia ini. Pada kenyatannya, Hak Asasi Manusia tidak akan adil pada diri setiap orang apabila yang menjaga keadilannya hanyalah orang-orang tertentu atau beberapa kelompok orang saja. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita menjaga hak-hak asasi kita sebagai manusia dimulai dari diri kita sendiri dan juga orang lain. Cara menjaga hak asasi orang lain dapat berupa penghormatan akan hak-hak mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *